Asal Mula Kisah 1001 Malam bag. 1

Asal mula kisah 1001 malam

Asal mula kisah 1001 malam

Asal Mula Kisah 1001 Malam

arabian night asal mula kisah 1001 malam
arabian night asal mula kisah 1001 malam

Kisah Dua Raja Bersaudara Raja Syahrayar Dan Raja Syahzaman

 

Asal mula kisah 1001 malam. Di zaman dahulu kala hiduplah seorang raja dari Dinasti Sasan yang memiliki dua orang putra. Pangeran pertama lebih tua daripada pangeran yang kedua. Kedua orang pangeran tersebut sama-sama terampil menunggang kuda dan bertempur, meskipun pangeran yang lebih tua lebih pandai menunggang kuda dibandingkan adiknya. Pangeran yang tua bernama Raja Syahrayar, sedangkan yang muda  bernama Raja Syahzaman.

Raja Syahrayar adalah seorang raja yang adil dan bijaksana  rakyatnya. Kekuasaannya meliputi wilayah Samarkand. Masing- Masing dari kakak beradik ini mempunyai wilayah kekuasaan sendiri. Asal mula kisah 1001 malam dimulai dari kedua Raja ini

Pada mulanya, segala sesuatunya berjalan dengan baik. Kedua orang putra raja itu memerintah kerajaan yang mereka pimpin masing-masing dengan adil. Sampai pada suatu waktu, setelah lebih dari dua puluh tahu tahun berlalu, Raja Syahrayar sangat rindu kepada adiknya dan mulai tak kuasa menahan kerinduannya untuk segera bertemu dengan adiknya, Raja Syahzaman. Raja Syahrayar kemudian memberi perintah untuk salah seorang menterinya untuk memanggil adiknya. Menteri yang diperintah untuk menemui adiknya itu segera bergegas untuk berangkat menyampaikan pesan Raja Syahrayar kepada adiknya Raja Syahzaman.

Setibanya di istana Raja Syahzaman, sang menteri disambut dengan sangat meriah. setelah mengucapkan salam, sang menteri menyampaikan pesan dari Raja Syahrayar bahwa beliau telah rindu untuk dapat segera bertemu dengan Raja Syahzaman, sehingga beliau meminta
agar adiknya itu untuk segera datang berkunjung ke istananya di india. Raja Syahzamanpun segera bergegas memenuhi undangan kakaknya. Sementara itu dia menyediakan tenda bagi tamunya itu dipinggir kota, dan memenuhi segala keperluannya. Dia memberikan makanan yang diinginkannya dan memotong banyak kambing untuk menghormatinya, dan menyediakan uang serta barang-barang kebutuhan lainnya serta memberi banyak unta dan kuda.

 Bencana itupun terjadi…..

Selama sepuluh hari penuh Raja Syahzaman mempersiapkan diri untuk perjalanan itu. Dia kemudian menunjuk seorang menteri kepercayaannya untuk menggantikan dirinya selama kepergiannya keluar istana. Belum lagi setengah perjalanan dilaluinya, tiba-tiba pada pertengahan
jalan, Raja Syahzaman teringat akan sesuatu barang yang tertinggal di istana, maka
ia pun segera kembali ke istana untuk mengambil barang yang terlupa tersebut.

Baca juga “Tips Memilih Makanan Sehat Untuk Sang Buah Hati

Setibanya di istana, Raja Syahzaman langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil barang yang terlupa tadi. Bukan main terkejutnya Raja Syahzaman, ketika di dalam kamarnya dia melihat permaisurinya sedang tidur sambil memeluk seorang budak. Saat melihat kejadian itu, dunia menjadi terasa begitu gelap seketika. Raja Syahzamanpun kalap dan langsung mencabut pedangnya dan ditebaslah kedua orang yang sedang berduaan di tempat tidurnya itu hingga keduanya tewas seketika. Setelah memerintahkan agar kedua mayat itu untuk untuk segera dikuburkan, Raja Syahzaman dengan perasaan masih panas kembali melanjutkan niatnya semula untuk mengunjungi kakaknya.

Singkat cerita, Raja Syahzaman tiba di negeri yang dipimpin oleh
kakaknya Raja Syahrayar. Bukan main gembiranya Raja Syahrayar melihat
kedatangan saudara kandungnya itu dari negeri yang jauh. Seluruh pelosok kota bahkan telah dihias berbagai macam hiasan untuk merayakan kedatangan sang adik yang amat
dirindukannya.

Karena telah sangat lama tidak saling berjumpa, kedua orang kakak beradik
itu langsung tenggelam di dalam perbincangan untuk mengobati rasa rindu yang selama ini mereka rasakan. Tetapi, rupanya hal itu tidak berlangsung lama, karena Syahzaman kembali belum dapat melupakan peristiwa yang mengoyak hatinya yang terjadi sebelum perjalanannya untuk menemui kakaknya. Mendungpun kembali menggelayuti wajah Raja Syahzaman. Mukanya menjadi pucat dan tubuhnya tampak lesu dan tak bersemangat.

Promo catering pernikahan klik disini

Kembalinya Semangat Sang Raja

Melihat ada yang tidak wajar pada wajah adiknya, Raja Syahrayar mengira bahwa hal itu disebabkan oleh kepergian Raja Syahzaman dari negerinya ke istana untuk bertemu dengan dirinya. Raja Syahrayar menyangka, bahwa kepergian adiknya dari negeri yang dicintainya itulah sebab dia menjadi tampak kurang sehat. Raja Syahrayar pun membiarkan adiknya dan tidak bermaksud menanyakan apapun tentang hal itu. Hari berlalu bobot tubuh Raja Syahzaman bertambah kurang demikian pula dengan perilakunya yang semakin murung dari hari ke hari.

Setelah beberapa hari berlalu ternyata kondisi adiknya tidak menunjukkan perubahan, akhirnya Raja Syahrayar berusaha untuk menghiburnya.
“Adikku, ayolah ikut bersamaku untuk berburu, agar perasaanmu dapat kembali tenang dan melupakan masalahmu,” ujar Syahrayar.
Akan tetapi Raja Syahzaman menolak ajakan kakaknya itu, dan betapapun Raja Syahrayar membujuknya tapi tetap tidak mau iapun akhirnya pergi berburu tanpa bersama dengan adiknya.
Setelah kakaknya pergi berburu, Raja Syahzaman berdiri merenung memandangi taman
istana yang tampak dari jendela yang terbuka lebar. Dari balik jendela,
tiba-tiba Raja Syahzaman melihat dua puluh orang budak perempuan keluar bersama
dua puluh orang budak laki-laki bersama permaisuri kakaknya berjalan
di antara budak-budak itu. Sang permaisuri terlihat sangat cantik. Sesampainya mereka di pancuran  air istana, kedua puluh pasang budak
itu melepaskan pakaian yang mereka kenakan dan kemudian mereka
duduk berpasang-pasangan. Terdengar sang permaisuri memanggil seorang budaknya, “Wahai Mas’ud, kemarilah!”

Asal mula kisah 1001 malam
Asal mula kisah 1001 malam

Dan muncullah seorang budak kulit hitam yang langsung datang menghampiri permaisuri. Permaisuri kemudian tanpa canggung memeluk budak itu dan keduanya langsung
bercumbu. Begitu pula halnya budak yang lain, mereka juga melakukan hal
yang sama dengan apa yang dilakukan oleh permaisuri mereka. Mereka terus melakukan hal
itu hingga senja datang. Permaisuri menyangka bahwa sang adik Raja Syahrayar ikut berburu Sementara dari balik jendela, Raja Syahzaman menyaksikan semua itu dengan hati yang terheran-heran.

Inilah Asal Mula Kisah 1001 Malam

Lepaslah semua derita yang di alami Raja Syahzaman yang selama ini menyangka dirinyalah yang sangat menderita di dunia ini. Tapi pada akhirnya dirinya sadar bahwa apa yang dialaminya tidaklah seberapa dengan apa yang di alami kakaknya Raja Syahrayar. Malam harinya Raja Syahzaman makan malam, ketika Raja Syahzaman tengah menyantap hidangan makan malam, kakaknya Raja Syahrayar pulang dari tempat berburu dan langsung menemuinya. Raja Syahrayar terkejut karena dia melihat adiknya Raja Syahzaman menyantap makanan dengan sedemikian lahapnya. Wajah adiknya itu juga tampak lebih segar, bersemangat dan sudah tidak pucat lagi.

“Ketika pagi tadi kau kutinggal berburu, wajahmu kelihatan nampak pucat. Apa
yang sebenarnya terjadi padamu seharian ini, sekarang kau kini tampak lebih
ceria dan lebih segar?” tanya Raja Syahrayar kepada adiknya Raja Syahzaman.
Raja Syahzaman menjawab, “Kakakku, ketika kau perintahkan salah seorang menterimu untuk mengundangku datang ke sini, saat itu aku langsung
menyetujui undanganmu itu dan segera datang ke sini. Tetapi di tengah perjalanan, aku teringat bahwa permata yang akan kuberikan padamu sebagai hadiah ternyata masih tertinggal di dalam istanaku. Aku pun segera kembali untuk mengambil permata itu.

Namun, tahukah kau apa yang telah terjadi? Setibanya aku di dalam kamar istana, kudapati istriku tengah asyik tidur berduaan dengan seorang budakku. Karena tak kuasa menahan amarah, aku pun membunuh mereka berdua. Jadi kakakku, sebenarnya ketika aku datang memenuhi
undanganmu ke istana ini, hatiku masih dijelali kegalauan yang disebabkan peristiwa itu, sehingga wajahku pun menjadi pucat, tubuhku lemas dan tak bersemangat. Tetapi kini kesehatanku telah kembali, meski untuk menuturkan sebabnya aku terlebih dulu harus meminta maaf padamu karena sepertinya tidak mungkin menyampaikan hal ini padamu.”

Bersambung ke bagian kedua yaaaa.,

Ke asal mula kisah 1001 malam bag. 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: