Peningkatan Penggunaan Internet Selama Pandemi COVID-19

Efek virus corona

Efek virus corona

Komunikasi adalah suatu  proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orang lain. Suatu komunikasi yang tepat tidak bakal terjadi, kalau tidak penyampai berita tadi menyampaikan secara patut dan penerima berita menerimanya tidak dalam bentuk distorsi. Istilah komunikasi sendiri secara bebas dipergunakan oleh setiap orang dalam masyarakat ini, termasuk di dalamnya ahli-ahli perilaku organisasi. Menurut Webster istilah komunikasi berasal dari istilah Latin Communicate, bentuk past participle dari communicatio dan communicare yang artinya suatu alat untuk berkomunikasi terutama suatu sistem penyampaian dan berita, seperti misalnya telfon, telegraf, radio, dan lain sebagainya. Menurut KBBI komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami,hubungan,kontak.

Peningkatan Penggunaan Internet Selama Pandemi COVID-19

Corona virus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Faktor terinfeksi virus corona terjadi bisa macam-macam misalnya seperti sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus seperti bayi, anak kecil dan orang yang sudah lansia. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Di samping itu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona, juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota Wuhan, yang menjadi pertama kali wabah ini bermulai pada Desember 2019.

Pengaruh Komunikasi dalam menghadapi virus corona (covid-19) yang terjadi di Indonesia saat ini berdampak baik maupun buruk. Baiknya kita semakin belajar memanfaatkan media komunikasi sebagai sarana interaksi. Dengan itu kita sudah mengarah lebih memberdayakan dan menuju ke revolusi 4.0. Media-media yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran, media interaksi, media pembelajaran. Komunikasi sekarang hanya dilakukan secara tidak langsung misalnya melalui via online atau bisa juga melalu via telepon tapi sayangnya rata-rata orang-orang tua akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pola komunikasi yang digunakan sekarang. Jika secara langsung itu berbahaya di lakukan karna penyebarannya akan semakin bertambah banyak.

Makanya pemerintah menganjurkan untuk karantina diri di rumah dan mengeluarkan peraturan PSBB. Anjuran ini di perkuat dengan adanya Peraturan Pemerintah No.21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar. PSBB atau Pembatasan sosial berskala Besar adalah istilah karantina kesehatan di Indonesia yang didefinisikan sebagai “Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi”. Seperti pendidikan mengalih pertemuan kelasnya dengan pertemuan daring ataupun tugas rumah guna meminimalisir pertemuan satu sama lain disuatu ruangan yang sama dalam jarak yang dekat serta menghindari kerumunan. Permasalahan sosial yang diakibatkan covid-19 dirasakan oleh masyarakat terutama para siswa dan mahasiswa terkait belajar dirumah, para siswa mengeluh akan belajar dirumah dipenuhi dengan tugas rumah yang diberi oleh masing-masing guru terlalu banyak, sedangkan mahasiswa mengeluhkan bahwa pertemuan daring banyak terkendala oleh jaringan Web, teknologi yang kurang memadai, hingga sinyal.

pemerataan jaringa di indonesia

Namun kekurangannya komunikasi yang kita lakukan akan bergantung pada jaringan. Di mana pemerataan jaringan di indonesia belum meluas seperti di desa-desa pelosok yang belum tersentuh teknologi. Jadi sering kali komunikasi menjadi sulit dilakukan serta keterlibatan rasa (emosi) saat berkomunikasi secara langsung dengan media itu akan berbeda. Saat secara langsung komunikasi yang dilakukan itu akan lebih interaktif. Jembatan komunikasi melalui media-media tersebut tentunya dapat memberikan edukatif, informatif, dan persuasif. Media yang dimaksud digunakan tanpa melakukan kontak fisik di antaranya tik-tok, twitter, facebook, instagram, line, dan whatsapp. Saat belum terjadi Virus corona, kita seringkali disibukkan dengan aktivitas melalui komunikasi sosial yang di mana komunikasi dilakukan tidak harus kontak fisik atau tatap muka. Artinya masyarakat tetap bisa melakukan  interaksi sosial dengan menggunakan teknologi komunikasi, terutama media sosial.

Baca juga 10 film populer maret 2020

Karna adanya Virus corona di Indonesia pengguna internet  mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mobile (gadget) mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi. Besarnya populasi, pesatnya pertumbuhan pengguna internet  dan telepon merupakan potensi bagi ekonomi digital nasional. Alhasil, muncul e-commerce, transportasi online, toko online dan bisnis lainnya berbasis internet di tanah air. Ini akan menjadi kekuatan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Ditambah lagi dengan proyek Palapa Ring yang ditargetkan akan selesai tahun ini akan semakin meningkatkan penetrasi internet yang saat ini baru mencapai 56% maupun media sosial di Indonesia. Palapa Ring merupakan jaringan fiber optik 4G dengan kecepatan hingga 30 Mbps dengan panjang lebih dari 12.000 km yang terbentang dari Sumatera hingga Papua.

VP Corporate Communication PT Telkom Arif Prabowo juga mengatakan traffic meningkat 13 persen pada malam hari, sedangkan  meningkat 15 persen dibandingkan traffic rata-rata. Lonjakan traffic juga terjadi pada penonton harian TV Interaktif Indihome yang meningkat 3 juta dari 8 juta ke 11 juta orang. Arif mengatakan himbauan pembatasan aktivitas di luar membuat Indihome mengalami peningkatan tersebut. Presiden Direktur Biznet, Adi Kusma mengatakan ada penambahan traffic sekitar 20 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.  Peningkatan internet kebanyakan  terjadi di daerah perumahan  saat jam kerja kantor.”Pasca himbauan mengenai physical distancing, kami melihat lonjakan pengguna Internet yang cukup signifikan, sebanyak 20 persen khususnya di jam kerja kantor,” kata Adi. Adi mengatakan jumlah pengguna baru meningkat sebanyak 30 persen dibandingkan sebelumnya.

Jadi dilihat dari tanggapan beberapa orang tersebut dapat dikatakan peningkatan yang terjadi sangatlah pesat. Karena faktor di batasinya sentuhan fisik dan kegiatan di luar rumah untuk sementara terkecuali jika melakukan pekerjaan tersebut tidak bisa dalam rumah. Kita tetap bisa beraktifitas dengan cara memakai masker dan rajin cuci tangan. Dan sebisa mungkin untuk tidak menyentuh wajah anda serta menjaga lingkungan di sekitar anda. Stay safe and Stay healty.

 

 

*Penulis : Sri Wahyuni GH
(Mahasiswa Sosiologi FIS UNM Angkatan 2019)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: